Tikus-tikus
Negara
(shakalya
wirma)
Tersipu
duduk kau di sana
Bersantai
di kursi goyang
Terlelap
dalam kesejukan
Sayup
dalam lamunan
Lamunan
angan sang jutawan
Ya . .
. sang jutawan
Angan
menjadi raja jutawan
Hingga,
mereka tak berdaya
Di
buat angan sang raja
Raja
tikus yang jutawan
Ingin
murka ingin menerka
Menerjang
tikus-tikus negara
Menerkam
sarang-sarang mereka
Membakar
kerajaan indahnya
Hingga
sirna, tak terlihat oleh mata
Tikus-tikus
negara . . .
Tak
kau lihat semut-semut bangsa
Terinjak-injak
kau melangkah
Tak
adakah hati tersirat olehnya
Tak
punya rasa di relung hatinya
Rindu
(shakalya
wirma)
Setiap
hari, setiap saat
Yang
terus memutar hidupku
Selalu
ada dirimu
Yang
ada di benak ku
Entah . . . entah apa yang terjadi padaku
Aku
bingung . . .
Mengapa
aku seperti ini
Kadang
ku berfikir
Ada
apa dengan diriku ini
Apa
yang terjadi padaku
Mengapa
aku harus mengenalmu
Bayangmu
selalu ku ingat
Ingin
ku coba menghilangkannya
Namun
aku tak bisa
Tuhan
. . .
Bantulah
diriku
Kembalikan
dia padaku
Atau
hapus semua tentang dirinya
Hanya
itu yang ku inginkan, oh Tuhan . . .
Kabulkanlah
permintaanku ini
Karna
ku tak sanggup lagi
Memikul
beban rindu ini
Mengapa
Engkau Berubah
(shakalya
wirma)
Pagi,
siang, sore, malam
Detik,
menit, jam
Hari,
minggu, bulan dan tahun
Penantian
kami tak pernah berujung
Hanyalah
menanti kehadiran dirimu
Hanya
dosa kecil engkau pergi
Hanyalah
nakal dari kami
Yang
bisa mengenangmu
Sifatmu
yang melupakan kami
Dan
juga diri-Nya
Akan
berakhir maaf bila kau kembali
Akankah
dirimu mengingat anak-anakmu
Akankah
dirimu mengingat ibu
Yang
senantiasa selalu mengingatmu
Berangan-angan
engkau kembali lagi
Kembali
bersama-sama lagi
Bercanda
tawa lagi
Bersama
kami yang selalu menanti
Menanti
kebersamaan bersamamu
Di
sepanjang masa hidup kami
Kembalilah
Duhai Sahabatku
(shakalya
wirma)
Kemana
. . .
Kemanakah
aku harus mencari . . .
Mencari
dirmu
Duhai
sahabatku
Sekian
lama ku mencarimu
Tak
pernah ku kenal kata lelah dan letih
Pencarian
dan penantianku
Tak
kan pernah berakhir sudah
Aku
yakin dirimu pasti mengingatku
Sama
seperti diriku
Yang
tak pernah melupakan dirimu
Hingga
nafasku berhenti
Ku kan
setia menanti dan menunggu
Dirimu,
duhai sahabatku
Kenangan
indahku bersamamu
Canda
tawaku denganmu
Bersamamu,
ku menjalani hidupku
Yang
penuh tantangan di masa lalu
Namun,
mengapa semua ini cuma kenangan
Mengapa
ku di jauhkan denganmu
Di
jauhkan dengan jarak dan waktu
Karna
tujuan dan cita-citamu
Karna
impian di masa depan
Ku
memohon pada diri-Mu
Pertemukanlah
diriku
Pada
dirinya, duhai sahabatku
Yang
tak kan pernah
Ku
lupakan sepanjang hidupku
Akankah
Cintaku Menyatu?
(shakalya
wirma)
Cinta
. . .
Apa
itu cinta?
Hatiku
bingung dengan cinta
Cinta
yang tak tau punya siapa
Aku
ingin cinta . . .
Dan
aku ingin engkau
Yang
mencintaiku tulus
Dari
hati sanubarimu
Tapi,
akankah engkau mencintaiku?
Aku
tulus mencintaimu
Tapi,
akankah juga cinta kita kan menyatu?
Karna
kita amatlah berbeda
Aku
tak tau apa yang ku fikirkan ini
Aku
aneh dengan diriku ini
Hanya
satu harapan dari sikapku ini
Yaitu cinta
yang amat indah darimu
Aku
akan selalu dan selalu
Mencintaimu,
walau rintangan bertubi
Aku
ingin selalu berada disisimu
Walau
hanya sesaat, cinta itu pasti ada
I love
you forever . . .
Sepi
(shakalya
wirma)
Dinginnya
malam menghembus
Dan
membelai tanganku
Gelap,
sunyi bagai tak berpenghuni
Sendiri,
ku hanya sendiri
Bintang
yang bersembunyi
Di
balik awan dan bulan
Hanyalah
setengah saja
Itulah
yang menemaniku
Fikiranku
melayang
Tak
tau harus apa?
Kebingungan,
dengan air mata bercucuran
Membasahi
pipih yang kusam
Helaian
buku telah lusuh
Menulis
tak tau apa itu
Sepinya
hidupku menusuk jiwaku
Yang
hanya sendirian
Ku
sangat menanti kehadiran dirimu
Hadirnya
dirimu menemanihidupku
Dengan
senyuman yang indah
Taburkan
pesona cinta
Namun
semua hanyalah angan
Angan
yang terlalu tinggi
Tak
kan mungkin ku miliki
Itulah
rintihan sepinya hatiku . . .
Relakan
Ku Pergi
(shakalya
wirma)
Wahai
kau yang mencintaiku
Maafkan
ku yang hina ini
Ku
harus pergi
Karna
ku tak pantas untukmu
Aku
hanyalah makhluk
Yang
tak pantas kau cintai
Cintamu
itu hanyalah
Untuk
orang yang layak
Maafkan
aku yang telah melukaimu
Maafkan
aku yang telah menghianatimu
Ku tau
cintamu tulus
Sungguh,
kau salah memilih
Aku
bukan orang yang kau cari
Kau
carilah orang yang tulus
Sungguh-sungguh
mencintaimu
Dengan
tulus dan penuh cinta
Maafkan
ku harus pergi
Relakan
ku harus pergi
Do’akan
ku supaya ku selalu
Baik-baik
saja, sayang . . .
Hangat
Dekap Bunda
(shakalya
wirma)
Kau
berikanku penerangan
Di
saat kegundaan jiwa datang
Menyelimuti
kesepian
Ketika
malam tiba
Terselimutkan
dekapan hangat
Seorang
kasih sang bunda
Menghangatkan
jiwaku
Terpancar
kasih sayang
Penuh
ketulusan, penuh cinta
Iklas,
rela demiku
Agar
tak kesepian
Terima
kasih bunda
Ku
ingin kau dekap aku
Untuk kasihmu,
selamanya . . .
Do’a
untukMu, Tuhan
(shakalya
wirma)
Tuhanku
. . .
Bicaralah
padaku bila aku kesepian
Bisikkan
dukunganMu bila aku aku dirundung kecemasan
Dengarkanlah
suaraku bila aku jatuh
Sudihlah
menjadi bagiku penghibur dalam perjalanan
Tempat
bernaung di waktu panas
Tempat
berteduh di kala hujan
Tongkat
penuntun dalam kelelahan
Dan
penolong dalam bahaya
Semoga
aku berhasil
Mencapai
tujuanku
Sekarang,
dan juga nanti
Pada
akhir hidupku
Sahabat
(shakalya
wirma)
Ketika
dikesendirian
Hening
dengan kesunyian
Hampa
tampa tujuan
Kau
datang dengan sejuta kehidupan
Saat
kerapuan datang mencekam
Jiwa
tak dapat berdiri
Kau
datang dengan banyak kisah
Ajarkan
semua kisah indahnya dunia
Ya . .
. kaulah sahabat
Yang
membawa arti kehidupan
Arti
sebuah kebersamaan
Arti
sebuah kedamaian
Sahabat
dengan sejuta kisah
Hadir
temani, saat susah dan senang
Sahabat
. . . tampamu jiwaku rapuh
Terima
kasihku, hadirkanmu dalam hidup
Memberi
warna, indah penuh sejuta kenangan
Kenangan
yang tak terlupakan
Walau
jauh ke ujung dunia
Kau
slalu ada untukku
Dalam
hayat hidupku
Perasaan
Kau
diam, aku diam . . .
Membisu
dalam hening
Kebisuan
terselimuti keraguan
Terdiam
dalam tanya
Keluarkan
suara untuk jawab
Namun
. . .
Semua
tetap terkunci dalam kebisuan
Entah
mungkin berkutat dalam lorong fikiran kita
Mencari-cari
jawaban yang kita cari
Tapi
bukankah kita masing-masing tau
Tau
akan jawab pertanyaan ini
Tak
ada beda semua sama
Berkali
berkutat dalam lorong fikiran kita
Mencari-cari
jawaban yang kau cari
Tapi
bukankah kita masing-masing tau
Tau
akan jawab pertanyaan ini
Tak
ada beda semua sama
Berkali
berkutat dalam lorong fikiran kita
Jawaban
tetap sama
Jadi
untuk apa?
Kesia-siaan
dalam kebisuan
Atau
hindari jawaban yang telah ada
Berkali-kali
kau hindari semua sama
Semua
akan berujung kearah sana
Jadi
katakan keluarkan isi suara
Suara
perasaan kita
Tuk
saling jujur
Bukan
jawaban terselimuti kebohongan
Nah .
. . katakan dengan jujur
Jawaban
itu . . .
Pecahkan
kebisuan dan keheningan ini
Pecahkan
. . .